Babinsa Ramil 22/Lgsb Hadiri Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I Tahun 2020 Di Paya Bujok Teungoh

Babinsa Ramil 22/Lgsb Hadiri Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I Tahun 2020 Di Paya Bujok Teungoh

LANGSA (Aceh) Abahadil.com | Gampong Paya Bujok Teungoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Babinsa Ramil 22/Langsa Barat Serka Willy Syahputra ikuti kegiatan Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I tahun 2020 sebagai persiapan penimbunan dan perkerasan jalan sepanjang 500 meter di gampong setempat, Senin (27/7/2020).

Kegiatan yang di buka langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kamalul Rusdi, S.ST, Pi, juga dihadiri oleh Camat Langsa Barat Ridwanullah, S.STP, MSP, Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat, Geuchik Gampong Paya Bujok Teungoh, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tamu undangan.

Kepada awak media Willy Syahputra mengatakan bahwa, pada hakekatnya keserasian sosial adalah salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat dioptimalkan guna mencegah adanya konflik di tingkat hulu (akar rumput), seperti yang disampaikan oleh Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kamalul Rusdi.

Lanjutnya, keserasian sosial juga proses hubungan sosial dan interaksi sosial dinamis antar warga yang menjamin hidup berdampingan secara damai berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan tanggung jawab.

Semuanya yang dilandasi oleh kebersamaan, persaudaraan sejati dan kesetiakawanan. Sedangkan prinsipnya adalah efektif, efesien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

Keserasian sosial juga bermakna serta berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga.

Selain itu, bermakna pula serangkaian kegiatan yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan terpeliharanya perdamaian secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Sementara itu pendamping Forum Keserasian Sosial Langsa Barat, Faisal Azmi, ST
menyebutkan, potensi konflik sosial sering terjadi di tengah masyarakat karena dipicu kecemburuan atas ketimpangan pembangunan infrastruktur di gampong.

Potensi rawan konflik sosial di gampong biasanya ini terjadi dikarenakan ketidakmerataan pembangunan. Sehingga bisa memicu konflik antar maayarakat.

Pembangunan itu setidaknya dapat meredam kecemburuan dan konflik di tengah masyarakat. Namun yang menjadi point penting dari kegiatan gotong royong adalah kebersamaan antar warga, ungkapnya. (AA)