Pengertian Budaya Politik di Indonesia dan Tipe – Tipenya

BUDAYA POLITIK – Pada artikel kami kali ini kami akan membahas tentang beberapa penjelasan tentang budaya politik. Kami akan menjelaskan dengan detail dan bagus. Mari kita langsung saja kita bahas tentang budaya politik dibawah ini.

Pengertian Budaya Politik

mengakujenius.com

Budaya politik adalah pola perilaku dari suatu masyarakat dalam kehidupan berkenegaraan, hukum, politik pemerintahan, adat istiadat dan norma dari kebiasaan yang dapat dihayati terhadap seluruh anggota masyarakat pada suatu negara tersebut.

Orientasi individu yang dapat diperoleh dari sebuah pengetahuannya yang luas dan sempit.

  1. Harus memiliki orientasi yang dipengaruhi keterlibatan, ketertarikan ataupun penolakan.
  2. Orientasi yang harus bersifat menilai terhadap objek dalam peristiwa yang politik.

Maka dari itu budaya politik juga dapat diartikan dengan persepsi warga negara yang harus diaktualisasikan dalam pola berbudaya, politik dan peristiwa politik yang sudah terjadi sehingga dapat berdampak terhadap pembentukan struktur dan pembentukan prose kegiatan sehingga dapat berdampak pada politik masyarakat maupun kepemerintahan negara tersebut.

Budaya Politik Yang Berkembang dalam Masyarakat Indonesia

siswa.top

Budaya politik ini juga sering dipengaruhi oleh budaya yang ada di negara tersebut. Sedangkan untuk di Indonesia, ada beberapa tipe budaya politik yang berkembang sebagaimana yang telah diungkapkan oleh seorang yang ahli yang bernama Rusadi kantaprawira.

1. Budaya Politik Parokial

Yang paling pertama yang akan kami jelaskan tentang budaya politik yang ada di Indonesia adalah budaya politik parokial. Jika kita artikan secara gamblang maka arti tersebut adalah terbatas pada wilayah yang sempit, semisalnya yang sering bersifat kedaerahan.

Budaya politik jenis ini sering terjadi di daerah yang terpencil yang masih memiliki kebudayaan yang kental, itu adalah penjelasan sederhananya sedangkan untuk karena banyaknya perbedaan pada warga negara sehingga tidak ada peranan politik yang memiliki sifat khas dan berdiri dengan sendiri.

Pada budaya jenis ini para masyarakat sering sekali tidak memperdulikan atau tidak berminat terhadap objek-objek yang berkembang disekitar mereka, dan kecuali dalam batas tertentu, yaitu terhadap tempat tinggal yang tertentu. Budaya jenis ini sangat mengandalkan masyarakatnya untuk dapat mengembangkan budaya tersebut.

2. Budaya Politik Kaula

Jenis budaya yang selanjutnya adalah politik kaula. Untuk budaya jenis ini adalah anggota masyarakat yang ada disekitar rata-rata memiliki minat terhadap sistem politik yang berkembang secara keseluruhan, terutama terhadap hasil politik yang sedang berkembang di dalam masyarakat sekitar.

Adapun untuk masukan dalam budaya para masyarakat jenis ini banyak sekali yang menerima masukkan terutama dalam masukan budaya politik dan selalu melakukan perbaikan dalam budayanya.

Posisi jenis budaya ini sangatlah pasif, karena tidak berdanya untuk mempengaruhi sebuah sistem yang telah berjalan dalam masyarakat. Maka dari budaya yang jenis ini hanyalah budaya yang bersifat menunggu setiap keputusan yang dibuat oleh penguasa yang ada di daerah tersebut.

Menurut budaya yang jenis ini adalah, para anggota masyarakat yang memakai sistem ini memiliki struktur yang vertikal yang dimana para masyarakat pada umumnya sudah harus menerima semua keputusan yang diambil oleh pemimpin politik tersebut.

Budaya Politik Partisipan

Jenis budaya yang selanjutnya adalah budaya yang sering disebut dengan sebutan budaya partisipan. Budaya politik yang jenis ini, para anggota lebih dituntut untuk menyadari dengan betul hak dan tanggung jawab sebagai seorang warga negara tersebut, dimana para masyarakat harus berperan aktif dalam politik yang ada di negara tersebut.

Setelah membahas jenis budaya tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketiga busaya tersebut ada di Indonesia, berarti indonesia memiliki budaya politik yang paling beragam yang ada di dunia.

Dan biasanya jenis budaya kaula dan prokial ini sering disatukan dalam satu negara sehingga ada dua macam budaya didalam satu negara. Perbedaan yang paling nyata antara dua politik tersebut seperti yang telah diungkapkan seorang ahli yang sangat dirahasiakan namanya.

Budaya politik Parokial-Kaula

  • Marah
  • Mobilitas
  • Dukungan
  • Wali
  • Hierarki
  • Emosional-irasional
  • Pengabdian
  • Kultus
  • Loyalitas sentimental

Budaya Partisipan

  • Melawan
  • Partisipasi
  • Pertanggung jawaban
  • Mendetaris
  • Keselarasan
  • Rasional
  • Transaksi
  • Pertimbangan
  • Kalkulasi

Ada beberapa jenis politik yang ada di Indonesia, jenis budaya tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah :

  1. Dilema oleh interaksi yang mengenai modernisasi dengan pola-pola yang telah lama tumbuh sebelumnya
  2. yang banyak menganut budaya yang dinamakan dengan budaya parokial dan Kaula disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan yang ada di luar feodalisme, pengaruh penjajahan, paternalistik ( kebapakan )dan masih banyak lagi yang lainnya yang disebut dengan primordial.
  3. sifat ini seringkali disebut dengan sifat primordial yang memiliki ciri sentimen kepada kesukuan, kedaerahan, dan termasuk keagamaan.
  4. sifat yang lainnya adalah kecenderungan budaya politik yang ada di Indonesia yang masih mengakui sikap paternalisme dan sifat patrimonial Karena itu adalah warisan dari nenek moyang.
  5. dan yang terakhir adalah keanekaragaman yang tumbuh pada masyarakat yang ada di negara tersebut dan salah satunya ada di Indonesia.

Pengertian Budaya Politik Partisipan

posmetro.info

yang selanjutnya yang akan kami jelaskan adalah pengertian dari budaya politik partisipan dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan demokrasi yang ada di Indonesia terdapat beberapa sikap dan perbuatan bagian yang demokrasi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Yang pertama yang akan kami jelaskan adalah untuk menghindari sikap angkuh mau menang sendiri, mementingkan diri, dan kelompok adu kekuatan masing-masing kelompok, ekstrim, keras kepala, dan meremehkan kelompok-kelompok yang bukan dari kelompok ya dia
  2. yang selanjutnya tentang sikap-sikap yang ada pada budaya politik partisipan adalah Membina, dan membiasakan sikap perilaku yang demokratis, musyawarah, toleransi, saling menengah, dan memiliki rasa tanggung jawab atas kelompoknya sendiri.

Jenis budaya ini juga sangat sering diterapkan dalam setiap lingkungan kehidupan bersosial, seperti contohnya hubungan bermasyarakat, hubungan sekolah, hubungan keluarga, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Anda sebagai warga negara yang memiliki perilaku yang baik, setiap orang pastinya sering dituntut dapat meningkatkan kemampuan dan selalu aktif dalam setiap kehidupan bermasyarakat. Hal yang dilakukan demi kemajuan demokrasi negara tersebut.

Sosialisasi Politik Dalam Pengembangan Budaya Politik

sarangge.wordpress.com

Sosialisasi merupakan proses pembentukan dari sikap dan orientasi politik untuk para masyarakat yang ikut berperan dalam kebudayaan suatu negara. Proses terus akan terjadi seumur hidup yang sering diperoleh dari suatu pendidikan formal, nonformal dan yang lainnya yang secara tidak sengaja membentuk seseorang menjadi orang yang patuh kepada politik suatu negara.

Sosialisasi politik sering dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut ini :

1. Pendidikan Politik

Suatu proses dialog antara pembeli dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik, seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik.

2. Indoktrinasi Politik

Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin. Partai politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktrinasi politik.

Sosialisasi yang baik adalah melalui jalan pendidikan politik karena dapat mendorong masyarakat untuk mengubah dari budaya politik parokial-kaula menjadi budaya politik partisipan. Budaya politik partisipan membutuhkan partisipasi yang aktif dari anggota masyarakat.

Di era reformasi, partisipasi politik merupakan sebuah keharusan yang dibuka lebar-lebar dan telah menjadi tuntutan dari masyarakat itu sendiri. Apalagi dalam suatu negara demokrasi, bentuk pemerintah dibangun dari, oleh dan untuk rakyat. Dengan kata lain, keterlibatan dan partisipasi aktif anggota masyarakat dalam membangun sudah mutlak keberadaannya.

Pengertian Partisipasi Politik Secara Umum

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan partisipasi politik masyarakat, terlebih dahulu sebaiknya dibahas pengertian partisipasi politik secara umum. Ada beberapa definisi yang dapat dijadikan acuan dalam menelaah partisipasi politik, salah satunya diungkapkan oleh Miriam Budiarjo sebagai berikut.

Partisipasi politik adalah kegiatan seorang atau sekelompok orang untuk ikut secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin negara dan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah (public policy)”

Dari uraian tersebut, dapat ditafsirkan bahwa partisipasi politik adalah segala kegiatan orang atau sekelompok orang dalam suatu kegiatan politik yang dapat memengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Definisi Patisipasi Politik Menurut Para Ahli

fadliferdian.blogspot.com
  1. Norman H. Nie dan Sidney Verba dalam Handbook of Political Science, mengemukakan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang legal, yang sedikit banyak langsung bertujuan memengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh mereka.
  2. Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice: Partisipation In Developing Countries,  mengemukakan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi untuk memengaruhi pembuatan keputusan pemerintah. Partisipasi ini dapat bersifat individual atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap dan sporadis, secara damai atau kekerasan, legal atau tidak legal, dan efektif atau tidak efektif.
  3. Herbert Mc Closky dalam International Encyclopedia of The Social Science, mengemukakan partisipasi politik sebagai kegiatan sukarela dari warga masyarakat dengan cara mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum.

Berdasarkan pendapat di atas, partisipasi politik pada dasarnya merupakan kegiatan seorang atau kelompok orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik secara aktif sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Partisipasi tidak lain merupakan kegiatan yang dilakukan oleh warga negara baik secara individu maupun kolektif atas dasar keinginan sendiri atau dorongan dari pihak lain. tujuannya memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

 

Tinggalkan komentar