Sistem kerja Tanaman Hidroponik

pixabay.com

Hidroponik atau tanaman tanpa menggunakan media tanah ini mulai banyak di minati. Sebab selain tidak kotor, karena menanam hidroponik tidak memerlukan banyak tempat, bisa di dalam rumah, di perkarangan dan lain-lainnya. Berbagai hasil bisa anda peroleh dengan membuat hidroponik, anda bisa menanam cabai, tomat, paprika dan lainnya di dalam rumah atau di perkarangan rumah.

Asal perawatan yang rutin dan baik hasil tanamannya akan sama seperti menanam di tanah. Anda juga bisa menghemat pengeluaran karena bisa langsung memetik di hidroponik. Anda tidak usah bingung gimana cara membuatnya, karena membuat tanaman hidroponik sangatlah mudah. Ada berbagai cara untuk menanam tanaman hidroponik kami akan

Sistem Bersirkulasi

taman-berkebun.blogspot.co.id

Sistem bersirkulasi disebut juga dengan sistem putar dimana nutrisi yang di pakai sebagai pemenuh kebutuhan tanaman akan jatuh kembali dan mengalir lewat akar menuju sebuah penampungan.

Selanjutnya air nutrisi dalam penampungan tersebut akan digunakan kemabali pada tanaman dengan bantuan pompa atau sejenisnya untuk mengalirkannya. Sistem ini memiliki kekurangan yakni dapat menyebabkan perubahan tingkat pH pada air yang tentu saja tidak baik untuk tanaman.  Hal ini nantinya perlu dilakukan pengecekan secara rutin oleh pembudidaya.

Sistem Non Sirkulasi

Kalau sistem non sirkulasi banyak digunakan di perumahan yang sekedar hobi. Sistem ini diterapkan untuk sekala komersil dan cara kerjanya juga sedikit berbeda. Air nutrisi yang digunakan di dalam tendon tidak dialirkan lagi melainkan langsung di buang apabila ada kelebihan. Meskipun terbilang boros akan tetapi air yang di buang tersebut tidak begitu banyak. Sistem ini bisa tercapai yakni dengan menggunakan timer.

Sehingga dengan begitu tetesan air dapat diatur hingga sampai ke detik berapa. Dan sistem pengairan ini cukup dengan meneteskan larutan nutrisi selama berapa waktu yang dibutuhkan dan cukup membasahi media tanam saja. Air tetesan tersebut yang kemudian akan diserap dan disimpan oleh media tanam yang mana nantinya akan dapat dimanfaatkan media tanam.

Dalam berapa hari media taman yang digunakan tanaman harus dibersihkan agar endapan nutrisi tidak nutrisi mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Lagi pula sistem ini terbilang perawatannya lebih sedikit dibandingkan dengan sistem sirkulasi.

 

Cara Budidaya Hidroponik : Water Culture System

newpanchids.blogspot.co.id

Adalah sebuah sistem yang paling sederhana dari semua jenis hidroponik. Meskipun secara teknis sederhana, sistem hidroponik lainnya tetap sangat efektif untuk pertumbuhan tanaman secara hidroponik. tidak hanya di lakukan banyak petani rumah hidroponik benar-benar seperti menggunakan sistem water culture, tapi banyak petani komersial menggunakan sistem dalam skala besar juga.

Terutama karena sistem water culture adalah sebuah konsep yang sederhana dan mudah. ini juga merupakan jenis yang sangat murah dari sistem untuk membangunnya, dan alasan lain mengapa ini populer dengan petani rumah juga. Meskipun konsep ini sederhana, ada banyak cara yang imajinatif untuk menggunakan dan membangun sistem water culture dari bahan yang berbeda

Cara Budidaya Hidroponik : Drip System

arinibalifarm.blogspot.co.id

Baca juga : jenis jeruk di indonesia

Sistem drip atau sistem tetes adalah sistem hidroponik banyak diterapkan di rumah-rumah yang sebenarnya tujuan utamanya yaitu hanya sekedar hobi namun tidak ditutup kemungkinan juga untuk komersial. Sistem ini tergolong sederhana sebab tidak membutuhkan begitu banyak perlengkapan, serta multifungsi dan efektif.

Banyak sekali variasi yang dapat kita rancang serta bangun. Dan semuanya hanya tergantung pada kreativitas dan inovasi. Sesuai dengan namanya sistem ini menerapkan tetesan larutan nutrisi ke setiap akar tanaman dengan tujuan agar lembab dan juga basah. Teknik ini bisa dirancang sesuai kebutuhan dan lahan, bisa dari skala kecil hingga skala besar. Akan tetapi lebih efektif cara ini tanaman yang agak besar yang membutuhkan ruang yang lebih untuk pertumbuhan akar.

Dan juga teknik ini tidak begitu banyak membutuhkan air dalam sistem pengairannya serta pipa ataupun selang dapat ditarik secara memanjang. Kekurangan hanya media tanam yang banyak agar mudah di serap dan di simpan. Kenapa menggunakan tanaman besar? karena tanaman besar tahan terhadap tekanan atau stress dan tidak sensitif terhadap keterlambatan waktu pengairan.

Sistem Budidaya Hidroponik : Aeroponic System

taman-berkebun.blogspot.co.id

Aeroponik berasal dari dua kata yakni aero adalah udara dan poniq adalah cara budidaya. Jadi aeroponik adalah suatu sistem penanaman sayuran yang paling baik dengan menggunakan udara dan ekosistem air tanpa menggunakan tanah. Teknik ini merupakan metode penanaman hidroponik dengan menggunakan bantuan teknologi. dengan menempatkan tanaman sedemikian rupa hingga akar tanaman terlihat menggantung.

Prinsip kerja aeroponik sistem adalah dengan memanfaatkan air dan nutrisi yang diberikan ke tanaman dalam bentuk butiran kecil ataupun kabut. Adapun proses pengkabutan ini berasal dari sebuah pompa air yang diletakkan di bak menampungan dan disemprotkan dengan menggunakan nozzle.  Sehingga dengan begitu nutrisi yang diberikan ke tanaman akan lebih cepat diserap akar tanaman yang menggantung.

Sistem aeroponik merupakan langkah yang tepat dan baik dalam pembudidayaan tanaman sebab dari teknik ini tanaman akan mendapatkan dua hal yaitu nutrisi serta oksigen secara bersamaan. Banyak petani senang dengan menggunakan teknik ini. Karena kualitas sayuran yang ditanam dengan teknik ini telah terbukti mempunyai kualitas yang baik, higenis, segar, renyah, beraroma dan disertai juga cita  rasa yang tinggi.

Keunggulan dari sistem ini yakni terletak pada proses oksigenisasi yang langsung sampai ke akar yang dimulai dari tiap butiran kabut halus yang sudah dicampur unsur haranya

Tinggalkan komentar