Cuma Tanam Rumput, Petani Ini Raup Omset Miliaran Rupiah karena Laris Sebagai Pakan Ternak

Cuma Tanam Rumput, Petani Ini Raup Omset Miliaran Rupiah karena Laris Sebagai Pakan Ternak

Rumput yang selama ini sering dianggap remeh ternyata mempunyai peluang usaha yang menjanjikan. Terlebih jika dikelola dengan maksimal, potensi tersebut bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Hal ini dirasakan betul oleh sentra tanaman pakan ternak Cahaya Baru yang berada di Desa Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang.

Keuntungan yang didapat tidak main-main. Menurut pengelola sentra tanaman pakan ternak Cahaya Baru, Riyadi, omsetnya mencapai miliaran rupiah sekali panen. Rumput yang ditanam banyak dicari sebagai pakan ternak karena kualitasnya. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan Abahadil berikut ini.

Berawal bantuan dari pemerintah pada 2014 silam

Riyadi menunjukkan rumput pak chong yang siap panen [sumber gambar]

Usaha rumput untuk pakan ternak ini berawal dari bantuan pemerintah pada 2014 silam, yang memberikan 20 ribu stek untuk lahan seluas dua hektar. Dari sana, modal ini kemudian dikelola hingga menghasilkan keuntungan miliaran rupiah karena tingginya permintaan pakan ternak di berbagai wilayah Indonesia.

Kembangkan berbagai jenis rumput untuk kebutuhan pakan ternak

Lahan berisi pembibitan tanaman pakan ternak di desa Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang [sumber gambar]

Rumput yang ditanam di sentra pakan ternak Cahaya Baru bermacam-macam. Mulai dari indigofera yang sudah bersertifikat, turi, king grass, pak chong, dan kaliandra yang termasuk jenis legume. Dari sekian jenis rumput yang ada, pak chong yang paling banyak dicari oleh konsumen.

Raih omset miliaran rupiah sekali panen

Ilustrasi panen rumput [sumber gambar]

Lahan yang digunakan awalnya seluas 5.000 meter persegi, namun mampu menghasilkan 1.800.000 bibit setahun dengan harga jual Rp 1.000 per stek. Hitungannya setiap batang menghasilkan bibit 6-7 stek ukuran 30 cm. Kini, omset yang diraih dari usaha tersebut mencapai Rp 1,8 miliar dan terus meningkat seiring penambahan lahan tanam yang mencapai total 9 hektar.

Jenis rumput Pak Chong asal Thailand yang banyak dicari konsumen

Rumput pak chong yang berasal dari Thailand [sumber gambar]

Rumput Pak Chong sendiri merupakan jenis tanaman yang pertama kali dibudidayakan oleh ilmuwan bernama Dr. Krailas Kiyothong. Nama rumputnya diambil dari sebuah wilayah di Thailand yang bernama Pak Chong, sehingga dikenal sebagai rumput Pak Chong hingga saat ini. Tanaman ini banyak dicari oleh peternak karena sangat cocok sebagai pakan hewan.

Bisnis menggiurkan yang punya potensi besar

Usaha yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan [sumber gambar]

Usaha rumput untuk pakan ternak memang menjanjikan peluang yang bagus karena banyak dicari. Terutama dari jenis Pak Chong karena selain bagus untuk hewan seperti sapi dan kambing, rumput tersebut juga mudah dikembangbiakkan, memiliki kandungan nutrisi yang bagus, hingga hasil panennya yang besar. Tak heran jika omset yang diraih mencapai miliaran rupiah sekali panen.

BACA JUGA: Begini Cara Tanam Cabai Merah Sendiri di Rumah, Bisa Dijual dan Hasilkan Ratusan Ribu!

Menurut Riyadi, tingginya permintaan permintaan bibit pakan ternak seperti rumput di atas lantaran banyak masyarakat yang kini mengembangkan bisnis peternakan, sebagai salah satu alternatif usaha di tengah pandemi Covid-19. Tentu hal ini menjadi sebuah peluang yang besar jika dimanfaatkan dengan maksimal.