Flandy Limpele Akui Rasakan Tekanan Dari Media Lokal Malaysia

Flandy Limpele Akui Rasakan Tekanan Dari Media Lokal Malaysia

Berita Badminton: Jika Flandy Limpele memikirkan pesta penyambutan dengan bunga dan hadiah, dia salah. Hanya beberapa jam setelah sesi latihan pertamanya sebagai pelatih kepala ganda putra nasional, pelatih Indonesia berusia 46 tahun itu melihat sekilas apa yang diharapkan darinya dari media lokal.

Flandy ditanya tentang rencananya untuk Aaron Chia/Soh Wooi Yik, tentang mengapa ia meninggalkan pekerjaannya di India dan jika ia yakin mendapat medali di Olimpiade Tokyo tahun depan.

Terkagum-kagum dengan pertanyaan-pertanyaan pada hari pertama, Flandy, yang tiba di Malaysia pada dua minggu yang lalu, menjaga jawabannya tetap singkat dan aman.

“Saya memutuskan untuk mengambil pekerjaan di Malaysia karena lebih dekat ke Indonesia. Bahasa juga merupakan faktor. Saya bisa berkomunikasi lebih baik dengan para pemain dan mereka akan mengerti saya,” kata Flandy, sebagaimana dilansir dari NST.

“Hari ini (kemarin) baru hari pertama saya, akan butuh waktu bagi saya¬†untuk perlahan-lahan beradaptasi Saya berharap para penggemar di Malaysia akan bersabar ketika saya berusaha melakukan yang terbaik,” ungkap Flandy, pelatih di balik kesuksesan pasangan India peringkat 10 dunia, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Ketika ditanya tentang pengamatannya di hari pertama, dan apa pendapatnya tentang asistennya, mantan pelatih kepala ganda putri, Rosman Razak dan mantan pemain internasional, Hoon Thien How, Flandy menjawab.

“Para pemain dalam kondisi baik dan bagus. Baik Rosman dan Thien How telah melakukan pekerjaan dengan baik. Perlahan, saya akan mengenal para pemain dan memulai program latihanku bersama mereka,” tambah Flandy .

Flandy, pemenang medali perunggu Olimpiade Athena tahun 2004 lalu, sangat menyadari target yang ditetapkan untuknya oleh Federasi Badminton Malaysia (BAM).

Selain memenangkan medali Olimpiade, Flandy diharapkan untuk meningkatkan level sektor ganda putra. Secara total, ada 21 pemain di bawahnya, termasuk empat pemain profesional.

“Saya tidak ingin membuat janji. Saya tidak ingin menjamin sesuatu, tidak pada hari pertama saya di tempat kerja. Setiap pelatih berbeda dalam hal gaya dan pendekatan,” katanya.

“Saya akan melakukan yang terbaik untuk tim ini. Doakan saya dengan baik dan dukung saya,” tambahnya.

Flandy, yang menghabiskan kurang dari setahun dengan tim nasional India pada 2019, menggantikan pelatih Indonesia lainnya, Paulus Firman, yang sekarang menjadi pelatih kepala ganda campuran tim nasional.

Dua lagi pelatih top Indonesia, Hendrawan dan Indra Wijaya adalah pelatih kepala tunggal putra dan putri.

Artikel Tag: Flandy Limpele, Aaron Chia Hsin, Soh Wooi Yik, hendrawan, Paulus Firman