Iga Swiatek Ungkapkan, Sang Ayah Sukai Tenis Dan Ingin Putrinya Bermain

Iga Swiatek Ungkapkan, Sang Ayah Sukai Tenis Dan Ingin Putrinya Bermain

Berita Tenis: Iga Swiatek mengklaim gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open pada musim 2020 dan bahkan memenangkannya tanpa kehilangan satu set pun.

Petenis berusia 19 tahun pun menjadi petenis Polandia pertama yang memenangkan gelar Grand Slam nomor tunggal. Berkat pencapaian tersebut, ia menembus peringkat 20 besar untuk kali pertama dengan menghuni peringkat 17 dunia dan saat ini menjadi petenis belia dengan peringkat tertinggi.

Usai mengantongi gelar di Roland Garros, petenis berkebangsaan Polandia menjadi juara termuda di French Open nomor tunggl putri sejak Monica Seles pada musim 1992. Ketika masih berkiprah di dunia tenis junior, ia memenangkan gelar French Open nomor ganda bersama Caty McNally dan menjadi juara Wimbledon nomor tunggal kategori junior pada musim 2018.

Dalam wawancara terakhir, ia mengakui bahwa ia merasa stress selama final French Open kategori junior musim 2018.

“Saat itu semifinal French Open kategori junior musim 2018. Kami telah mempersiapkan diri untuk turnamen ini dalam waktu yang cukup lama. Saya ingin memenangkannya. Saya merasa tampil sangat baik di atas clay-court dan Grand Slam di Roland Garros selalu menjadi Grand Slam favorit saya. Ketika saya bermain melawan Caty McNally, saya mendapatkan peluang match point dan saya kalah,” jelas Swiatek.

Petenis berkebangsaan Polandia berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang olahraga. Ayahnya, Tomasz merupakan atlet dayung yang turun di Olimpiade Seoul tahun 1988. Kakak perempuannya, Agatha sempat berkiprah di ajang ITF pada usia 15 tahun sebelum menggantungkan raket karena mengalami sejumlah cedera.

“Ayah saya selalu menyukai tenis dan ia ingin anak perempuannya bermain tenis. Tumbuh besar, saya sudah mulai bermain tenis, karena saya memiliki banyak energi sebagai seorang anak. Tenis adalah peluang bagi saya untuk berada di lapangan dan mengambil keputusan sendiri,” papar Swiatek.

“Saya menyukai kemenangan dan lihai dalam melakukannya, tetapi saya tidak langsung jatuh cinta dengan tenis pada pandangan pertama, karena saya tidak tahu seberapa banyak hal itu bisa berpengaruh terhadap kehidupan saya.”

“Saat usia 15 tahun, saya mulai melakoni Grand Slam kategori junior di French open. Saat itu untuk kali pertama saya ingin menjadi petenis profesional, karena saya tahu saya memiliki potensi. Saya petenis dengan peringkat cukup tinggi di Polandia, tetapi tidak tahu apakah saya siap untuk bermain secara profesional, baik secara mental maupun fisik.”

“Tidak ada banyak petenis di negara saya, jadi saya tidak dikelilingi petenis berpengalaman yang bisa mengajarkan saya bagaimana bisa berkiprah di turnamen WTA.saya harus menemukan jalan saya sendiri.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Iga Swiatek