Kamu Harus Tau Sejarah Kebiadaban PKI

www.anakgundar.com

Di era reformasi saat ini orang-ornag disibukkan oleh urusan masing-masing, di pusingkan oleh harga-harga pangan yang terus melonjak, diputus asakan oleh tidak keadilan sosial dan penegakkan hukum di negri ini, boleh jadi orang yang melupakan sejarah kekejaman yang pernah di lakukan oleh PKI di negri ini. Telah dua kali mereka di tahun 1948 dan 1965 mereka mencoba merampas kedaulatan  bangsa ini dengan cara yang sagatlah brutal, meyembelih, membantai dan mengubur hidup-hidup siapa saja yang dianggapa mengalangi PKI untuk mengkomuniskan  rangkat bangsa ini. Janganlah kita mengingat kebiadaban meraka pada setiap tanggal 30 september saja. Sangat mungkin merka masuk ke pilar pilar kekuasaan negara untuk mungulangi usahanya yang telah gagal 2 kali. Mereka belum menampakan wajah aslinya yang biadab sampai ada waktu yang pas, di saat itu negri ini terlambat untuk menghentikannya, naudzubillaahi min dzaalik.

Artikel ini akan menyebutkan beberapa kronologi kekejaman PKI di indonesia agar warga bangsa Indonesia sadar bahwa PKI harus di musnahkan dari bumi pertiwi ini

  1. Pada tanggal 8 Oktober 1945: Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API ( Angkatan Pemuda Indonesia) Dan AMRI ( Angkatan Muda Republik Indonesia(
  2. Pada pertengahan Oktober 1945: AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI talang pemimpin Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
  3. Tanggal 17 Oktober 1945: Tokoh Komunis Banten Ce’Mamat yang terpilih menjadi ketua KNI ( Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS ( Dewan Pemerintah Rakyat Serang) dan merebut pemerintah keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
  4. Tanggal 18 oktober 1945: Badan Derektoriun Dewan Pusat yang di pimpin oleh tokoh komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang di ber nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintah tangerang dari bupati Agus Padmanegara.
  5. Tanggal 4 november 1945: API dan AMRI meyerbu kantor pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di keresidenan pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal, dan Pemalang.
  6. Tanggal 3-6 Maret 1946 : PKI Langkat- sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura membunuh Sultan beserta keluargnya serta menjarah harta dan kekayaannya
  7. Tanggal 19 september 1948 : PKI merebut Madiun lalu, lalu menguwasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, dan Cepu serta kota-kota lainnya.
  8. Tanggak 21 September 1948 :PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr.Iskandar dan Camat Margorojo- Pati Oetero, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, jenaah lalu dibuang ke dala, sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan  Tujungan Kabupaten Blora.
  9. Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
  10. Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

 

Sejarah kekejaman yang sangat panjang, jangan biarkan mereka menambah lagi daftar kekejaman di negeri tercinta ini.

Sebarkan!!! insyaallah bermanfaat.

Tinggalkan komentar