dewi sartika

Pahlawan Yang Terlupakan

Pahlawan yang  terlupakan – Indonesia adalah negara yang dulunya di jajah oleh Belanda selama 3 abad. Tanpa adanya para pejuangan kemerdekaan atau para pahlawan Indonesia tidak bisa merdeka sampai saat ini.

Kita selama ini sudah bayak mengenal pejuang kemerdekaan seperti Bung Tomo, Soekarno dan lain-lainya. Tetapi di balik itu semua ada segelintir pahlawan kemerdekaan yang telah terlupakan oleh rakyat dan negara. Nah! Disini kami akan memaparkan beberapa pahlawan Indonesia yang telah dilupakan bangsa.

1. Dewi Sartika

dewi sartika
satujam.com

Dewi Sartika adalah pahlawan nasional indonesia kelahiran Bandung Jawa Barat. Ia adalah tokoh perintis pendidikan untuk wanita, dan diakui sebagai pahlawan kemerdekaan pada tahun 1966.

Dewi Sartika adalah anak dari pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Rajapermas yang waktu menjadi patih di Bandung yang pernah menantang Pemerintah Hindia Belanda.

Sejak 1906, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan di belakang rumahnya yang ada di Bandung. Dewi Sartika mengajar para wanita , merenda, memasak, menjahit dan lain-lainnya. Dewi Sartika wafat pada 11 September 1947.

2. Siti Manggopoh

siti manggopoh
sejarah.com

Siti Manggopoh adalah pahlawan yang berasal dari Manggopoh, Agam, Sumatera Barat.  pada 1908 ia melakukan perlawanan terhadap kebijakan ekonomi Belanda melalui pajak uang ( balasting) atau di kenal dengan perang balasting. Karena peratuean balasting dianggap bertentangan dengan adat yang ada di Sumatera Barat.

Pada tanggal 16 juni 1908, Belanda mulai kewalahan dengan perjuangan pahlawan wanita ini. Sehingga tentara Belanda yang ada di Manggopoh meminta bantuan kepada tentara yang ada di pusat.

Ia pernah mengalami konfilk batin pada saat ia ingin meyerang pertahanan Belanda, dia bingung karena saat ia ingin menyerang ia saat itu masih mempunyai seorang bayi yang masih harus disusui tetapi di sisi lain ada rakyat yang sedang terdzolimi oleh tentara Belanda. Akhirnya ia dapat mengakhiri tekanan bathin tersebut dan berangkat untuk meyerang pertahanan Belanda.

3. Laksamana Malahayati

laksamana malahayati
israindonesia.org

Malahayati adalah pahlawan wanita yang berasal dari kerjaan Aceh Darussalam. Pada tahun 1585-1604, Malahayati menjadi Kepala Barisan Pengawal istana Panglima rahasia daru Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Malahayati pernah memimpin 2.000 pasukan melawan kapal-kapal Belanda yang ingin menyerang Kesultanan Aceh pada tanggal 11 September 1599 sekaligus berhasil membunuh salah satu panglima Belanda yang bernama Conelis de Houtman dalam pertarungan satu lawan satu di atas kapal. Atas keberaniannya itu ia di beri gelar laksamana yang sekarang lebih dikenal dengan Laksaman Malahayati.

4. Tadashi Maeda

tadshi maeda
goodnewsfromindonesia.id

Meski Tadashi Maeda adalah bagian dari Angkatan Laut Jeoang, tetapi Tadashi Maeda melanggar peraturan sekutu yang melarang untuk membantu kemerdekaan Indonesia tetapi Tadashi malah membantu Indonesia untuk mepersiapkan kemerdekaan.

Kejadian ini sungguh di luar nalar seseorang karena Tadashi sudah memiliki pangkat yang cukup tinggi, beliau rela membantu Indonesia karena rasa empatinya tinggi terhadap rakyat Indonesia. Ia juga rela rumahnya menjadi tempat penyusunan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

5. Achamad Soebardjo

ahmad soebarjo
www.santijehannanda.com

Anda mungkin sudah tahu ketika Soekarno dan Mohammad Hatta di culik oleh para pemudak dan di bawa ke Rengasdengklok karena para pemuda ini tidak sabar untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Bapak Achamd Soebardjo berperan dalam melakukan perundingan dengan para pemuda yang menculik Soekarno dan Moh.Hatta dan berhasil meyakinkan para pemuda tersebut untuk mengembalikan Soerkarno dan Moh.Hatta ke Jakarta. Ia juga membantu dalam pembuatan teks prokalamasi bersama Bung Karno dan Bung Hatta di rumah Tadashi Maeda.

6. Tan Malaka

Tan Malaka
kompasiana.com

Tan Malaka adalah pemuda yang pernah bersekolah di Belanda. Ia diri beri gelar oleh Bung karno ” orang ahli dalam revolusi”, dan disebut oleh rakyat dengan nama Moh Yamin “Bapak Kemerdekaan Indonesia” . Tan Malaka juga pernah mengajar di sekolah milik Belanda dan di gaji besar oleh Belanda.

Namun walaupun telah digaji cukup tinggi Tan Malaka lebih memilih mengajar anak-anak yang berada di Semarang. Luput dari Belanda teryata sekolah yang dibina oleh Tan Malaka semakin besar dan akhirnya di hentikan paksa oleh pemerintah Hindia Belanda waktu itu. Dan akhirnya Tan Malaka di asingkan di sebuah desa terpencil.

Di masa pembuangan itu Tan Malaka tetap melanjutkan perjuangannya demi merebut kemerdekaan. Ironisnya pada saat adanya perpecahan di antara sesam pejuang kemerdekan Tan Malaka pun di tangkap oleh Belanda dan dieksekusi mati oleh Belanda pada tanggal 21 Febuari 1949.

7. Cut Nyak Meutia

Cut Nyak Mutie
youtube.com

Cut Nyak Meutia adalah pahlawan nasional wanita Indonesia dari Aceh. ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh.Ia menjadi Pahalwan Nasioanal Indonesia bedasarkan keputusan presiden. Pada awalnya Cut Nyak Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda Bersam suaminya Teuku Muhammaad. Namun pada Maret 1905, suaminya berhasil ditangkap Belanda dan lalu dihukum mati.

Sebelum Meninggal sang suami berpesan kepada sahabatnya Pang Naroe agar menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi. Cut Nyak Meutia kemudian menikah dengan pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya diabawah kepemimpinan Teuku Muda Gantoe.

Pada suatu pertempuran dengan Belanda, Tjoet Meutia dan wanita lainnya melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanana hingga akhirnya tewas pada tanggal September 1910.

8. Wikana

wikana
historia.id

Wikana adalah seorang tokoh yang pernah dipercayai untuk duduk menjabat sebagai menteri negara urusan pemuda dalam Kabinet Perdan Menteri Sjahrir. Dan tokoh pemuda ini juga lah yang mendesal Soekarno untuk segara mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Ia juga dengan berani menghbau militer Jepang untuk tidak mengganggu jalannya upacara pembacaan teks proklamasi yang di bacakan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Wikana menghilang pada tahun 1965 setelah kembali ke tanah air dar kunjungannya ke Peking.

9. Syahrudin

syahrudin
pantauriau.com

Syahrudin telegraphis pada kantor berita di Jepang pada saat ada kabar adanya proklamasi syahrudin sangat ingin meyiarkannya. Ia tidak goyah walaupun ia adalh seorang penyiar radio jepang waktu itu.

Walaupun Syahrudin sudah mengetahui bahwa yang akan dilakukannya mamiliki resiko yang tinggi tetapi dengen tekat yang kuat Syahrudin tetap melakukan Penyiaran. Aksi dilakukan pada saat tentara Jepang sedang beristirahat Syahrudin melakukannya pada 17 Agustus 1945 pukul 4 sore.

10. BM. Diah

BM DIAH
aluangdjakarta.blogspot.co.id

BM.Diah adalah nama yang kenal oleh masyarakat Nusantara tetapi nama aslinya adalah Burhanuddin nama BM. Diah diambil dari nama ayahnya yang bernama Mohammad Diah. yang berasal dari Barus, Sumatera Utara. Ayah adalah seorang pegawai pabean di Aceh kemudian karena sang ayah ahli dalam bahasa Belanda sang ayahpun dijadikan Penerjemah

Pada masa sebelum Kemerdekaan masih tidak ada telepon genggam atau saran penyiaran tidak seperi saat ini yang sangatlah mudah jika ingin mengakses informasi. Dan kebetulan saat itu BM. Diah adalh seorang wartawan Indonesia. Dia memliki peran yang penting untuk menyiarkan proklamasi kemerdekaan ke seluruh penjuru Nusantara.

(Sekian penjelasan tentang pahlawan yang terlupakan dari abahadil.com semoga bisa bermanfaat bagi para pembacanya dan agar kita bisa lebih menghargai para pahlawan Indonesia yang sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Mohon bisa langsung ldi Share!!!)

Tinggalkan komentar