Pakai Tahu hingga Buah Salak, Modus Selundupkan Narkoba ke Lapas ini Bikin Geleng Kepala

Pakai Tahu hingga Buah Salak, Modus Selundupkan Narkoba ke Lapas ini Bikin Geleng Kepala

Semakin ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian guna meminimalisir peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), membuat para pengedar harus putar akal mencari celah agar bisa memasukkan barang haram tersebut. Satu-satunya jalan yang ditempuh adalah memperbaiki modusnya agar tak mudah dicurigai.

Seperti temuan yang dilakukan oleh petugas lapas di Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar di dunia maya, bungkusan berisi pil koplo dimasukkan ke dalam tahu yang tercampur dengan kuah sayur. Beberapa modus penyelundupan serupa di bawah ini juga bikin geleng-geleng kepala karena idenya yang tak biasa.

1000 butir pil terlarang dimasukkan ke dalam buah salak

Seorang pengunjung di Lapas Kelas IIB Jombang diamankan oleh petugas lapas setelah hendak menyelundupkan 1000 butir obat terlarang jenis pil double L (LL), yang dikemas di dalam buah salak. Modus yang dilakukan tergolong rapi, yakni dengan cara mengeluarkan isi buah salak dan diganti pil yang telah di kemas dalam plastik kemudian dilem. Salak ‘spesial’ tersebut kemudian disamarkan dengan buah-buahan lainnya.

Tahu di dalam sayur lodeh jadi ‘kurir tersembunyi’ yang berisi bungkusan pil koplo

Siapa sangka jika makanan seperti tahu ternyata bisa digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Hal unik itulah yang ditemukan oleh petugas lapas di Mojokerto. Dalam sebuah video yang ada, tampak petugas memisahkan tahu yang tercampur dengan kuah sayur untuk diperiksa. Saat dibuka, tampak bungkusan berisi pil koplo dimasukkan ke dalam tahu yang berwarna oranye pekat tersebut.

Selundupkan narkoba dengan memanfaatkan tempat sampah

Oknum petugas kebersihan yang diamankan karena menyelundupkan narkoba ke Lapas Banceuy Bandung [sumber gambar]

Oknum petugas kebersihan di Lapas Banceuy Kelas II A Bandung, terpaksa diamankan petugas karena berusaha menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Pria berinisial IM tersebut menggunakan tempat sampah yang isinya dikosongkan terlebih dahulu, kemudian di bawa lagi ke area lapas. Selain 31 pil ekstasi, ditemukan juga 30 gram sabu, 5 ponsel, 21 headset, 17 charger, hingga 40 kartu perdana.

Pegawai Lapas ditangkap karena membawa sabu-sabu dalam charger ponsel

ER (berkaos hitam) pegawai Lapas Kerobokan ditangkap petugas [sumber gambar]

Pemeriksaan harian di Lapas Kerobokan Bali membuat salah seorang petugas jaga berinisial ER ditangkap karena dicurigai membawa benda-benda terlarang. Saat barang bawaannya digeledah, ditemukan serbuk putih jenis sabu seberat 1 gram di batok charger jenis Samsung Galaxy S berwarna putih, setelah dicongkel dengan menggunakan gunting.

Modus baru penyelundupan narkoba lewat bola tenis yang dilempar ke dalam lapas

Bola tenis yang dibelah dan barang bukti berupa paket sabu-sabu yang diamankan [sumber gambar]

Menyelundupkan narkoba lewat bola tenis tergolong modus baru yang terjadi di Lapas Kelas II A Tembilahan Kabupaten Inhil, Riau. Beruntung, petugas lapas berhasil menggagalkan aksi tersebut dan mengamankan pelakunya yang merupakan tamping (tahanan pendamping) dan seorang tahanan. Modus yang dilakukan pun sangat rapi, yakni dengan cara melemparkan bola tenis ke dalam lapas yang berisi sabu-sabu.

BACA JUGA: 6 Modus ‘Ekstrim’ Para Bandar Menyelundupkan Narkoba ke Wilayah Indonesia

Benda-benda yang umum di sekitar kita seperti yang telah disebutkan di atas, ternyata diam-diam telah dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lapas. Jika tidak jeli, tentu barang haram tersebut bisa lolos dan modus serupa bakal terulang karena dianggap berhasil. Ada-ada saja ya Sahabat Abahadil.