Panasnya Sirkuit Jerez Buat Espargaro Merasa Seperti Terbakar

Panasnya Sirkuit Jerez Buat Espargaro Merasa Seperti Terbakar

Berita MotoGP: Rider KTM, Pol Espargaro, mengakui bahwa balapan MotoGP Andalusia di Sirkuit Jerez, Minggu (26/7) merupakan salah satu balapan tersulit baginya.

Pol Espargaro memulai balapan MotoGP Andalusia dari posisi ke-12, namun ia terus berjuang hingga sanggup finis di urutan ketujuh.

Balapan di Sirkuit Jerez kali ini memang menghadirkan banyak sekali insiden yang tak lepas karena kondisi dan cuaca di lintasan yang sangat panas. Espargaro bahkan menyebut balapan ini jauh lebih panas dari balapan di Asia Tenggara yang merupakan negara tropis.

“Bagi saya itu jauh lebih buruk daripada di Malaysia atau Thailand. Saya sebenarnya tidak pernah merasakan sesuatu yang begitu buruk dan sesuatu yang begitu panas seperti pada balapan kali ini,” tutur Espargaro dilansir dari The Race.

Bahkan menurutnya, balapan kedua (MotoGP Andalusia) jauh lebih panas dari balapan pertama yakni MotoGP Spanyol kendati sama-sama dihelat di Sirkuit Jerez.

“Di sini, tangan saya terbakar. Hal ini tak pernah terjadi dalam hidup saya. Pada balapan pertama, saya bisa mengatasinya. Setelah 14 lap pada GP Andalusia saya benar-benar merasa ‘matang’. Saya benar-benar tidak bisa mengatur kendali motor,” ungkapnya.

“Saya hanya naik motor dan hanya mencoba menyelesaikan balapan. Saya mencoba bernapas di lintasan lurus karena saya tidak bisa mengambil udara. Belum pernah terasa seperti itu saat di Malaysia atau di Thailand. Jadi, bagi saya ini sangat sulit.”

Hal yang makin memperburuk situasi adalah risiko terjebak di belakang seseorang dalam lomba, di mana udara pendingin yang sangat dibutuhkan tidak dapat membantu dengan baik bagi para pebalap.

Hal ini menyebabkan rider Tech3, Iker Lecuona, mengakhiri balapan pekan lalu setelah terjebak di belakang Danilo Petrucci (Ducati). Sementara itu, Maverick Vinales juga mengungkapkan keluhan yang sama ketika dia bertarung dengan rekan setim Yamaha, Valentino Rossi.

“Dalam lomba itu tidak mungkin untuk bernapas. Ketika saya terjebak di belakang Vale, saya tidak bisa bernapas untuk sebagian besar putaran dan akhirnya saya benar-benar hancur,” tutur Vinlaes.

Artikel Tag: Pol Espargaro, ktm, motogp 2020, MotoGP Andalusia