Pengalaman Nyantri di 3 Tempat (Part 1)

Awal Masuk Pesantren

pixabay.com

Di lingkungan saya hampir semua orangnya jika lulus SD pasti SMP nya melanjutkan di pesantren dan kaka-kaka saya semua sudah pernah nyantri. Maka dari itu saya juga tertarik masuk pesantren untuk menuntut ilmu di pesantren.

Saat lulus SD say sudah mencari pesantren dan tidak kunjung dapat dan pada suatu saat orang tua saya bertemu dengan temannya dan temanya menyarankan saya untuk masuk ke Rumah Qur’an Cileungsi. Beberapa hari kemudian saya langsung  bersiap-siap untuk ke pesantren pertama saya setelah lulus dari SD

Rumah Qur’an Cileungsi

facebuka.com

Setelah menempuh Perjalan sekitar 2 jam naik motor akhir sampai juga di Rumah Qur’an saya sampe di masjidnya dan orang tua saya langsung memperkenalkan saya kepada ustadznya. Setelah beberapa menit berbicara dengan ustadz orang tua saya langsung meninggalkan saya. Saya pun mau tidak mau harus langsung bergaul tapi saat itu saya masih usia 12 tahun dan teman saya sudah besar-besar. Setelah satu hari menginap di masjid saya dan juga anak baru yang lainya di pindahkan ke sebuah rumah yang agak jauh dari masjid yang saya tempati sebelumnya.

Sudah 1 hari di sana saya akhirnya merasa tidak betah lagi disana maklum baru lulus SD jadi gak betah di sana saya belum sempat menghafal disana saya nangis mulu di sana dan akhir setelah di san tidak betah sayapun di jemput orang tua saya dan akhirnya baru 3 hari di sana saya langsung mengundurkan diri.

Mencari Pesantren ke-2

pixabay.com

Setelah saya keluar dari Rumah Qur’an sayapun dan orang tua langsung mencari pesantren yang cocok buat saya menuntut ilmu. Sudah tiga bulan setelah keluarnya saya dari Rumah Qur’an belum juga mendapatkan pesantren kerena hampir semua sekolah sudah menutup pendaftaran. Pada suatu hari saya disuruh jemput orabg tu saya di jalan raya yang agak jauh dari rumah ketika saya sedang mengendarai motor saya melihat orang tua saya sedang di sebuah kandang sapi milik temannya dan sedang ngobrol dengan temanny kebetulan memang sedang hari idul adha.

Saat saya menunggu orang tua saya sedang berbicara dengan temanya. Teman abi saya menanyakan saya,”kamu sekarang sekolah di mana”, saya belum menjawab abi saya langsung manjawab,” iya nih anak saya belum dapet pesantren”, temanya pun menyarankan saya agar masuk Daarut Tauhid Bandung kebetulan juga anaknya teman abi di sana dan juga teman saya saat SD kemarin.

news.okezone.com

Setelah tau dari teman orang tua saya. Sayapun dan orang tua langsung berdiskusi di rumah apa saya akan masuk sana atau tidak saya di tanya oleh orang tua saya,” kamu mau ke sana gak”, saya pun menjawab,” ya udah di coba aja dulu”, setelah berdiskusi beberapa jam orang tuapun memutuskan besok survei dan daftar pesantren yang terletak di Gegerkalong Bandung tersebut.

Hari untuk survei tempat pun tiba, setelah saya tau dari teman orang tua saya. Yang berangkat kesana adalah saya dan orang tua saya kami berangkat dengan naik bus prima jasa. Setelah menempuh perjalan selama 2 jan akhirnya sampai juga di daerah Bandung tapi kami tidak tau yang kami jejaki sekarang bandung daerah mana. saya dan orang tuapun mentanyakan kepada orang sekitar di mana Pesantren Daarut tauhid dan yang mereka bilang,” oh pak masih jauh banget dari sini harus naik angkot sekitar 2 kali,”.

Saya dan orang tua pun langsung naik angkot yang jurun menuju Jl. Setia Budi Bandung sekitar beberapa menit akhirnya sampai juga di sana dan di lanjutkan dengan naik angkot yang menuju Jl.Gergerkalong Bandung setelah sampai di saya dan orang tua harus berjalan sekitar lima menit dari jalan raya akhirnya kami sampai di masjid daarut tauhid.

Sesampainya di sana kami langsung menanyakan di mana tempat pendaftaran santri tahfidzul quran daarut tauhid kamipun langsung di antarkan ke kantor pendaftaran dan kami di pertemukan dengan ustadz yang mengurus bagian tahfidz tersebut yang bernama ust.suhud. di sana saya haya ditanya berapa hafalan dan langsung membayar uang pangkalnya. setelah itu orang tua saya bilang kalo masuknya minggu depan, dan persilahkan sama ustadznya.

Pesantren Daarut Tauhid Bandung

masjiddtbandung.blogspot.co.id

Setelah saya mendaftar dan sudah di terima seminggu kemudian saya harus berangkat lagi kesana. selama seminggu sebelum keberangkatan saya harus mempersiapkan barang-barang yang haru di bawa ke sana seperti baju koko dan lain-lainnya. Tidak terasa teryata seminggu rasanya cepat sekali saya sudah harus berangkat ke sana saya akan di antrkan hampir seluruh keluar saya ke daarut tauhid Bandung. Semua yang sudah dipersiapkan sudang saya taruh di bagasi mobil akhirnya sayapun berangkat.

Setelah 2 jam dari rumah menuju ke daarut tauhid bandung akhirnya sampai juga disana saya dan orang tuapun di antarkan ke asrama yang teryata masih bagian dari masjid disana saya disambut oleh teman saya yang pernah satu SD dulu. Saya dan orang tua setelah naruh barang pergi dulu untuk makan dan untuk berbincang-bincang sesaat. Setelah beberapa jam di sana orang tua sayapun dan keluarga akhir pamit sama saya dan para ustadz disana. Saat perpisahan sayapun menangis tapi untung teman-teman disana baik-baik merekapun menghibursaya agar saya tidak menangis lagi.

Dan untungnya disana boleh membawa hp jadi jika saya sedang kangen dengan orangtua bisa menelpon kedua orang tua saya.

Agenda Berenang Tiap 2 Minggu

wayahna.com

Ya disana ada agenda rutin yaitu bereng tiap 2 minggu sekali inilah yang saya tungu-tunggu. Kami berenang di kolam renang Unversitas Pendidikan Indonesia (UPI) kolam renang di sana sangatlah besar dan ada tempat untuk lompat tingginya biasaya kami berang selama 2 sampai 3 jam. Saya beum bisa berenang tapi saya disana dilatih sama teman yang sudah lebih mahir berenangnya. Tiap saya berenang pasti selalu di bimbing oleh kaka-kaka seniornya karena saya belum bisa berenang.

Rihlah ke Curug Pengantin Bandung

audrysonya1.blogspot.co.id

Saat saya disana sudah hampir 4 bulan salah satu ustadz ada yang mengajak para santrinya untuk rihlah para santripun pasti senang setiap di ajak rihlah semua santri mengiakan nya, ustdz nya mengajak kami minggu depan.

Hari keberangkatanpun tiba sekitar  1 sampai 2 jam perjalanan dari pesantren menuju curug penganten. Curugnya agak jauh dari kehidupan warga curugnya di tengah-tengah hutan. Sesampainya di sana kami langsung membayar tiket kepada penjaga sebesar 2 ribu rupiah. setelah membayar kami harus turun tangga yang agak licin untuk sampai ke curug setelah sampai kamipun langsung berendan disana.

Ada salah satu teman yang berbincang dengan penjaga curugnya sang penjaga curug mengatakan bahwa kalau dulu bisa lompat dari atas curug tapi kalau sekarang sudah tidak bisa menurut mitos yang berkembang curung ini pernah jadi tempat pembuatan film horor yang dibintangi oleh susana semenjak itu curug ini menjadi angker dan sepi pengunjung.

 

 

Tinggalkan komentar