Pengalaman Nyantri di 3 Tempat (Part 2)

Di sini saya akan melanjutkan kisah saya sebelum-sebelumnya tentang pengalaman saya menyantri di tiga pesantren yang berbeda bisa langsung di baca di bawah ini ( semoga menginpirasi anda)

Keluar Dari Daarut Tauhid

pixabay.com

Tidak terasa sudah hampir 8 bulan saya menyantri di daarut tauhid Bandung karena saya orangnya gampang bosenan saya pun merasa sudah tidak betah disana. pada saat libur lebaran saya pulang lumayan lama. Setelah liburan berlalu sebelum saya kembali ke pesantren saya ikut nganterin kaka saya kuliah di Semarang setelah mengantarkan kaka saya kuliah saya langsung di antarkan ke pesantren saya. Sesampainya di sana orang tua saya langsung balik ke rumah sayapun di tinggal.

Setelah abi saya pergi sayapun berdiam diri karna sudah tidak betah disana. Suatu hari berlalu saya masih saja berdiam diri dan pada suatu saat  terlintas dalam benak saya untuk pulang ke rumah tanpa izin kepada ustadz di sana dan akhirnya saya putuskan untuk kabur dari sana.

pintuajaibkita.blogspot.co.id

Pada sore hari saya langsung ke pangkalan ojek untuk minta di antarkan ke tempat travel yang biasa saya naiki, tetapi sesampainya saya disana terayata tiket keberengkatan menuju Bekasi sudah habis, saat itu saya mulai kebingungan, akhirnya saya beranikan untuk bertanya  kepada tukang ojek sekitar, sang tukang ojekpun menyarankan saya agar mencari travel di tempat lain. Sayapun meminta sang tukang ojek itu untuk mengantarkan saya ke tempat travel yang menuju wilayah Bekasi, sesampainya di tempat travel yang lain terayata habis juga tiket yang menuju wilayah kota Bekasi. Sayapun makin bingung, dan lalu sang tukang ojekpun menyarankan saya agar naik bus saja, sayapun mananyakan kepada tukang ojek,” kan terminal bus jauh banget”, tapi sang tukang ojek sukarela mengantarkan saya menuju terminal Leuwipanjang Bandung.

pixabay.com

Sesampainya saya disana saya langsung mencari bus yang menuju Pasar Rebo Jakarta, sayapun mendapatkan busnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Bandung menuju Pasar Rebo jakarta akhirnya saya sampai di sana. Pada saat sudah turun dari bus saya kebingungan lagi harus naik angkot yang mana. Tetapi sekali lagi saya beranikan bertanya kepada salah satu angkot disana. Setelah saya tau saya langsung naik angkot yang menuju dekat rumah saya. Sesampainya saya di depan rumah pada jam 9 malam saya segan buka pintu karena takut di marahi oleh orang tua saya, tapi saya beranikan untuk masuk rumah, saat saya masuk teryata rumah sepi, dan lalu saya menuju kamar ternyata orang tua saya sedang tidur. Saat saya sedang duduk di ruang tengah, saya mendengar suara pintu sayapun kaget karena takut dimarahi dan saat saya melihat ke belakang ternyata umi/ibu, umi sayapun kaget dan menanyakan saya ” kamu kenapa pulang padahalkan kemaren baru balik ke pesantren”, sayapun tidak bisa menjawab dan haya bisa nangis tersedu-sedu dan lalu umi saya menyuruh saya sholat dan lalu tidur.

Mecari Pesantren Ke-3

pixabay.com

Setelah saya bangun dari tidur karena terlalu lelah orang tua saya lansung menyakan kepada saya dengan nada rendah ” kamu kenapa kabur dari pesantren?”, sayapun menjawab ” sudah tidak betah”, terus orang tua menanyakan lagi ” terus kamu ingin sekolah di mana?”, sayapun menjawab, ” di Bogor ada pesantren kanyaknya bagus”,

Setelah saya berbincang dengan orang tua saya. Orang tua sayapun mengerti dan langsung mencari informasi pesantren yang ada di Bogor kepada temannya yang juga pengurus di pesantren tersebut.

Setelah orang tua saya berbincang dengan temannya yang juga pengurus tersebut ternyata pesantren nya masih baru jadi bisa langsung masuk tanpa tes terlebih dahulu.

Berangkat Ke Fityatul Islam Bogor

pixabay.com

Setelah orangctua saya sudah berbincang dengan pengurus pihak pesantren akhirnya saya di suruh datang minggu depan, setelah saya tau berangkatnya minggu depan saya langsung mempersiapan kebetuhan yang harus di bawa ke pesantren.

Tidak terasa sudah satu minggu saya sudah meninggalkan pesantren daarut tauhid Bandung dan harus berangkat ke pesantren baru saya. Setelah barang-barang saya sudah siap saya dan orang tua saya lang menunuju ke terminal Kampung Rambutan setelah saya sampai saya naik bus marita yang menuju Puncak Bogor. Dan saat saya naik bus bersama orang tua tidak di sangka-sangka ada teman abi saya yang juga pengurus di pesantren yang ingin  juga menuju ke pesantren fityatul islam.

Awal masuk

pixabay.com

Setelah saya dan abi saya turun kitapun lansung mencari kendaraan yang menuju pesantren lagi karena masih sangat jauh dari jalan raya untungnya ada sang pengurus pesantren yang tau harus naik apa untuk sampai ke pesantren. Sang pengurus pun menelpon salah satu langganan-nya setelah beberapa menit mobilnya pun datang kamipun lansung naik saat di perjalanan saya bingung karena di samping jalan haya ada hutan.

setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari jalan raya akhirnya saya sampai setelah saya sampai saya dan orangtua saya di pertemukan dengan mudir disana. Dan saat berbincang orang tua saya mengatakan bahwa saya abis kabur dari pesantren yang lama sang mudirpun langsung bilang ke saya kalo di sini jangan kabur lagi. Setelah berbincang beberapa menit saya dan orang tua dipersilahkan untuk bermalam di asrama santri. Saat saya sampai di asrama saya langsung di sambut oleh teman saya yang pernah satu sd dulu saya dan orang tuapun langsung di persilahkan untuk tidur malam.

Setelah tidur malam paginya abi saya langsung pamit kesaya dan sayapun menangis lagi karena tidak mau di tinggal oleh abi saya. Setelah abi saya pulang saya langsung ikut kegiatan di sana.

Mengambil Barang di Pesantren Lama

pixabay.com

Setelah satu minggu disana saya minta izin kepada mudir untuk mengambil barang di pesantren yang lama karena di suruh oleh orang tua dan sang mudir pun mengizinkan nya. Setelah mendapatkan izin saya langsung minta di  antarkan ke terminal terdekat oleh salah satu pengurus disana.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya saya sampai di terminal banyangan di Ciawi. Sesampainya saya disana saya langsung naik bus yang jurusan Kampung Rambutan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam akhirnya sampai di sana dan langsung naik angkot yang menuju rumah saya dan sesampai saya di rumah saya istirahat sejenak. Teryata mobilnya sudah di siapakan jadi saya tidak bisa lama-lama di rumah saya pun langsung berangkat ke pesantren yang lama bersama kedua orang tua saya dan adik sayapun berangkat ke daarut tauhid Bandung Jawa Barat. (Bersambung)

sekian dari saya masih ada lanjutan nya lagi bisa di baca pengalam nyantri di 3 tempat (part 3) sekian dan terima kasih

Tinggalkan komentar