Pengalaman Nyantri di 3 Tempat (Part 3)

Apa kabar para pembaca semoga baik-baik saja dan selalu di beri kesehatan, di sini saya akan melanjutkan kisah saya yang kemarin yang belum tuntas semoga bisa lebih bermanfaat bagi para pembacanya. Bisa lansung di baca di bawah ini

Mengambil Barang di Pesantren Lama

pixabay.com

Setelah satu minggu disana saya minta izin kepada mudir untuk mengambil barang di pesantren yang lama karena di suruh oleh orang tua dan sang mudir pun mengizinkan nya. Setelah mendapatkan izin saya langsung minta di  antarkan ke terminal terdekat oleh salah satu pengurus disana.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya saya sampai di terminal banyangan di Ciawi. Sesampainya saya disana saya langsung naik bus yang jurusan Kampung Rambutan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam akhirnya sampai di sana dan langsung naik angkot yang menuju rumah saya dan sesampai saya di rumah saya istirahat sejenak.

Teryata mobilnya sudah di siapakan jadi saya tidak bisa lama-lama di rumah saya pun langsung berangkat ke pesantren yang lama bersama kedua orang tua saya dan adik saya berangkat ke daarut tauhid Bandung Jawa Barat.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya saya sampai di sana dan sesampainya di sana saya langsung ke asrama untuk mengambil barang-barang saat sedang beres-beres barang ada teman yang menanyakan kepada saya,”kamu pindah kemana dil?” saya menjawab ,” pindah ke pesantren yang ada di Bogor” setelah saya berbincang sesaat dengan teman saya langsung melanjutkan beres-beres barang.

Setelah memberekan barang saya berkeliling asrama untuk pamit ke teman-teman ada perasaan senang bercampur sedih, senang karena bisa pindah pesantren yang lebih enak, sedih karena berpisah dengan teman-teman yang sudah sangat baik kepada saya.

Setelah saya pamitan dengan teman-teman saya lanjutkan pamitan dengan para ustadz di sana, tapi ada dua ustadz tidak ada di masjid.

pixabay.com

Akhirnya saya datangi rumahnya bersama dengan orang tua saya sesampainya saya di rumah sang ustadz saya dan orang tua dipersilahkan masuk dan berbincang-bincang, setelah beberapa saat berbincang abi saya bertanya,” di mana ustadz suhud” sang ustadz manjawab,” sedang ke luar kota.

Setelah saya berbincang saya lansung pamit untuk langsung menuju pesantren yang baru. Saat masih di wilayah pesantren lama abi saya naya kepada saya,” kamu yakin ninggalin ini pesatren” saya menjawab,” yakin”.  Tidak terasa sudah di jalur puncak tetapu jalur memang selalu saja macet kamipun terjebak macet sampai jam 11 malam baru sampai pesantren fityatu islam.

kegiatan Pesantren Tahun 2013-2014

Di pesantren saya yang sekarang saya angkatan pertama. Pada saat saya masuk hampir seluruh bangunan yang di pesantren masih setengah jadi baru ada masjid, asrama, saung dan rumah ustadz. dan peraturan masih banyak yang belum berjalan karena kurangnya ustadz.

Main ke Curug Barong

raeytuyeee.blogspot.co.id

Di sana membebaskan para santri untuk bermain ke asalkan tidak melanggar peraturan yang sudah ada. Dan pada suatu saat ada salah satu santri yang mengajak saya dan juga para santri lainya untuk main ke curug barong yang dekat pesantren saya.

Tanpa banyak berbincang lagi kamipun langsung berangkat menuju curug barong yang sekitar 15 menit dari sesampainya kami disana kami harus turun tangga yang agak jauh dari pintu masuk. Tidak sampai disitu setelah menuruni tangga yang cukup lama kami harus menelusuri sungai untuk sampai menuju curugnya sesampai kami di sana kami langsung berendam.

Setelah kami berendam sebelum kami kembali ke pesantren bisanya kami mencari buah nangka dan buah alpukat untuk di makan di pesantren nanti.

Menyembeleh Kambing Saat Idul Adha

pixabay.com

Setiap idul adha tiba para santri di jadikan panitia yang mengurus kegiatan potong memotong kambing atau sapi. Saat itu saya dapat kesempatan untuk di suruh menyembeleh salah satu kambing pertamanya saya tidak mau tapi karena ustadz saya yang menyuruh dan teman-teman memaksa saya akhirnya sayapun mau untuk menyembeleh kambing.

Sebelum saya menyembelah saya di ajarkan tutorial menyembeleh kambing saya di ajarkan tata caranya, setelah saya mengerti sayapun langsung mengambil kambing yang ingin saya potong dengan di bantu sama teman-teman saya untuk memiringkan badan kambing agar gampang di sembeleh, setelah posisi kambing sudah dirasa enak untuk di potong sayapun langsung memotongnya.

Rihlah ke Taman Wisata Matahari Indonesia

INITEMPATWISATA.com

Tidak terasa saya di sana sudah hampir satu tahun. Saat kami sedang belajar sama mudir kami disaat sela-sela belajar sang mudir bilang ingin rihlah ke Taman Matahari  para santri menyutujuinya. Saat semua sudah sepakat rihlah 2 kemudian setelah pemberitauan sang ustadz menelpon salah satu mobil untuk kami sewa.

Hari keberangkatan telah tiba kami semua harus menyiapkan kebutuhan lebih pagi agar tidak ada kebutuhan yang ketinggalan. Setelah semua kebutuhan di kumpulkan kami memasukkan ke mobil dan kamipun berangkat. Setelah menempuh perjalan sekitat 20 menit kami akhirnya sampai di Taman Wisata Matahari.

Sesampainya kami disana kami langsung dibebaskan oleh ustadz untuk berkeliling wilayah Taman Matahari asalkan kembali saat jadwal makan siang yaitu jam 11:00. Setelah kami  berkeliling dan berkreasi di wilayah Taman Wisata Matahari, akhirnya jam makan siangpun tiba kami semua harus kembali ke mobil. Di saat kami sedang menyantap makan siang sang ustadz mangajak kami yntuk melanjutkan perjalanan ke Bukit Mas.

Gunung Mas Bogor

renunganindah.wordpress.com

Setelah kami selasai makan siang kami langsung melanjutkan perjalanan ke Gunung Mas Bogor. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit dar Taman Wisata Matahari akhirnya kami sampai juga di Wisata Agro Kebun Gunung Mas. Sesampainya kami di sana kami langsung bekeliling wilayah Gunung Mas, disana sangat sedikit tempat berkreasi tapi kelebihan di sana adalah pemandangan yang sangatlah bagus.

Masjid Atta’Awun

indonesiasand.blogspot.co.id

Setelah kami berkeliling dan berfoto-foto kamipun akhirnya kembali ke mobil kami. Saat kami sedang di perjalan ada teman kami ada yang mengusulkan untuk sholat ashar di masjid Atta’awun, sang ustadzpun menyutujuinya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 sampai 10 menit akhor kami sampai juga di masjid yang sudah sangat populer di wilayah kawasan Puncak yaitu Masjid Atta’Awun.

Sesampai kami disana kami lansung berkeliling sekitaran Masjid Atta’Awun sambil berfoto dan menunggu adzan ashar tiba. Ketika kami sedang berkeliling adzan asharpun tiba kami semua langsung bersiap untuk melaksakan sholat ashar.

Setelah kami melaksanakan sholat ashar kami membemi dulu aneka cemilan yang di perjualkan di lapangan parkir sekitaran masjid untuk di makan di pesantren nanti.

 

sekian kisah pengalaman saya part 3 ini (jika tidak berhalangan saya akan membuat Pengalaman Nyantri di 3 tempat part 4)  jika tidak berhalangan!!!

Satu pemikiran pada “Pengalaman Nyantri di 3 Tempat (Part 3)

  1. Alhamdulillah, Abi sudah baca 3 Episode,..seru,…bikin penasaran,…asyik,….Lanjut Dil,…Banyak hal tentang kehidupan yang bisa kita tuangkan kedalam tulisan,…..Salam sukses dari Abi,..

Tinggalkan komentar