Serius Berantas Rentenir, Pemkab Sosialisasi Lembaga Keunagan Mikro Syari’ah Bersama PT Mahira Muamalah

Serius Berantas Rentenir, Pemkab Sosialisasi Lembaga Keunagan Mikro Syari’ah Bersama PT Mahira Muamalah

ACEH TAMIANG Abahadil.com | Menindaklanjuti keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terkait rencana pembentukan Lembaga Keuangan Syari’ah, pada hari ini, Senin (27/07/20) Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengadakan Sosialisasi Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (LKMS) bersama PT. Mahirah Muamalah Syari’ah Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Aceh Tamiang pada hari ini, sebenarnya sebagai salah satu upaya agar permasalahan terkait praktik riba yang terjadi pada setiap kampung dalam Kabupaten Aceh Tamiang dapat dituntaskan secara tepat melalui solusi dan inovasi yang dibuat.

Dalam sambutan dan arahannya pada acara tersebut, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn mengatakan di Bumi Muda Sedia ternyata telah ada beberapa koperasi yang didirikan dengan tujuan untuk membantu masyarakat, hanya saja keberadaannya belum banyak diketahui dan belum terkelola dengan baik.

“Dengan mengundang langsung Walikota Banda Aceh yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Muhammad Ridha, S.STP, MT,M.Sc dan Kepala Bagian Hukum Azmi, SH serta Dirut PT. Mahirah Muamalah Teuku Hanansyah, SE, M.Si, Ak,CA semoga pelaksanaan nantinya akan dipersiapkan dan diterapkan di Kabupaten Aceh Tamiang”, ungkap Mursil.

Dalam pada itu Mursil turut menjelaskan kondisi Aceh Tamiang. Menurutnya, kondisi di Aceh Tamiang berbeda dengan Kota Banda Aceh, di Aceh Tamiang para Rentenir selain memudahkan peminjaman uang, ada maksud terselubung yakni untuk merusak akidah islam di Aceh. Sudah pasti hal ini sangat berbahaya, meski sudah terlambat namun tidak menyurutkan niat kita untuk memberantas masalah Rentenir ini.

“Oleh karenanya kita ingin mencontoh Kota Banda Aceh yang telah berhasil memberantas Rentenir dengan mendirikan PT. Mahirah Muamalah guna membantu pelaku UKM”, terang Mursil.

“Dan Saya juga sudah menyerahkan hal ini kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan untuk mengelola Lembaga Keuangan Syari’ah. Kita sebagai daerah perbatasan Provinsi Aceh dirasanya sangat penting sebagai pintu masuk untuk menjaga agar Rentenir tidak masuk ke wilayah Aceh dan menyebar ke Aceh bagian lainnya”, terangnya lagi.

Sebelumnya, untuk menyempurnakan pertemuan ini guna mendengar arahan dari Walikota Banda Aceh H. Aminullah Usman, SE, Ak, MM, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang secara Daring melakukan Video Conference. Pada kesempatan ini Walikota Banda Aceh selaku penggagas berdirinya PT. Mahirah Muamalah menceritakan awal mula terbentuknya Lembaga Keuangan tersebut.

Ia katakan pada akhir tahun 2018 yang lalu, DPRA telah mengesahkan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS). Hadirnya Qanun tersebut akhirnya memberi dampak yang positif bagi masyarakat Kota Banda Aceh untuk bersemangat melawan terjadinya praktik riba.

“Ini merupakan peluang bagi kita semua untuk membangun ekosistem ekonomi syari’ah yang lebih baik di Aceh, menyikapi pentingnya kehadiran Lembaga Keuangan Syari’ah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Kota Banda Aceh telah berinovasi dengan mendirikan Lembaga Keuangan Syari’ah dengan nama Mahirah Muammalah yang telah beroperasi sejak tahun 2018,” jelas Walkot dalam Vidcon yang berlangsung.

Oleh karenanya kehadiran Mahirah Muamalah ini secara efektif meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kota Banda Aceh. Selain menutup celah bagi Rentenir, salah satu acuan didirikannya Mahirah Muammalah tersebut yaitu atas dasar mencari solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan di Banda Aceh.

“Bagi para pelaku usaha kecil yang sulit mengakses modal di perbankan, tentunya akan mencari jalan pintas yaitu melakukan peminjaman kepada rentenir yang tentunya menawarkan kemudahan syarat administrasi namun dengan konsekuensi yang mencekik,” jelasnya lagi.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai awal terbentuknya PT. Mahirah Muammalah, serta menjelaskan segala kendala yang dihadapi dan juga strategi dalam konsep ekonomi syari’ah yang disampaikan langsung oleh Dirut PT. Mahirah Muamalah Teuku Hanansyah, SE, M.Si, Ak,CA.

Sosialisasi ini tampak dihadiri oleh Para Asisten dalam Setdakab Aceh Tamiang, Para Kepala Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Para Camat dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Perwakilan BUMN dan BUMD di Kabupaten Aceh Tamiang serta para undangan lainnya yang hadir. (ABS)