Tokoh Ilmuwan Muslim dan Penemuannya

Tokoh ilmuwan muslim dan penemuannya- Ilmuwan adalah orang yang memiliki banyak ilmu ada memmilki penemuan. Sejak di zaman nabi para ilmuwan muslim sudah banyak misal dibidang politik, sains, kesehatan, astronomo, kesatraan dan masih banyak lagi yang lainya.

Dan masa setelah nabi meninggal atau masa kekhalifahan ada banyak sekali para ilmuwan muslim yang bermunculan seperti Ibnu Sina, Al-khawarismi dan lainnya lagi. Dan masa-masa itulah yang dimanakan masa kejayaan islam di dunia karena pada masa itu ilmuwan datangnya dari islam semua. Disini kami akan memaparkan beberapa ilmuwan muslim dan penemuanya serta penjelasannya.

1. Ibnu Sina

alat medis
pixabay.com

Ibnu Sina atau yang dikenal di barat adalah Avicenna ini adalah seorang dokter,ilmuwan dan juga filsuf kelahiran Persia atau sekarang lebih dikenal dengan nama Iran. Ia juga seorang penulis yang handal dan biasanya ia menulis tentang filosofi dan pengobatan.

Bagi orang pengatakan bahwa Ibnu Sina ini adalah “Bapak Pengobatan Modern” ia juga mempunyai banyak karya di bidang kedokteran. Karya yang paling terkenalnya adalah Qanun Fi Thib yang merupakan refensri di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Buku karya Ibnu Sina yang masih dipakai menjadi referensi ada beberapa yaitu adalah:

– Qanun fi Thib ( Aturan Pengobatan )

-Asy Syifa ( terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagao macam ilmu pengobatan )

-An Najat

Dan masih banyak lagi karya-karya Ibnu Sina yang masih di sampai saat ini oleh para dokter di seluruh dunia.

2. Al- Khawarizmi

astrologi
pixabay.com

Tokoh ilmuwan muslim dan penemuannya yang kedua adalah Al-Khawarizmi beliau ahli dibidang geografi, matematika, astronomi, dan astrologi. Al-Khawarizmi berasal dari Persia dan lahir sekitar tahun 780 m dan wafat pada tahun 850 m di Baghdad. Sepanjang hidupnya ia bekerja menjadi dosen di salah satu universitas di Baghdad.

Buku pertamanya adalah Al Jabar buku ini membahas tentang solusi sitematik dari liener dan notasi. Ada banyak sekali karya-karya beliau diantaranya adalah:

Al-kitab al-mukhtasar fi hisab aljabr wal-muqobala { kitab yang merangkum perhitungan perlengkapan dan perhitungan }

Masih banyak lagi karya beliau yang diabadiakan dalam tulisan-tulisannya.

3. Al- Biruni

pengobatan
pixabay.com

Al-Biruni adalah ilmuwan yang berasal dari Persia atau sekarang lebih dikenal dengan negara Turmekistan ia merupakan ilmuwan yang ahli dibidang astronomi, fisikawan, filsuf, ahli farmasi, obat-obatan dan lainnya dan ia yang menyatakan teori bahwa bumi itu bulat.

Al-Biruni di lahirkan di Turmekistan atau Khiva di kawasan danau Aaal di Asia Tengah yang masa kekaisaran Persia. Dia belajar matematika dan pengkajian bintang dari gurunya Abu Nashr Mansur. Beliau memiliki 120 buku diantara ada yang membahas tentang matematika dan ia meyumbangkan pada bidang matematika yakni:

-Arimatika teoretis dan praktis

-Penjumlahan Seri

-Analisis Kombinatorial

-Kaidah Angka 3

-Bilangan Irasonal

dan masih banyak lagi teori tentang matematika karya Al-Biruni ini.

4. Al-Zahrawi

gigi palsu
pixabay.com

Pada abad pertengahan islam memiliki seorang dokter yang ahli di bidang kedokteran gigi dan kelahiran anak. Ilmuwan tersebut adalah Al-Zahrawi atau dikenal di dunia barat dengan nama Abulcasis pada tahun 936 dan wafat pada tahun 1013 Masehi.

Semasa beliau hidup beliau selalu mempelajari ilmu kedokteran gigi dan kelahiran, selain itu beliau juga menemukan oba-obatan. Beliau juga pernah membuat alat bedah sistem pengoprasian dan pada saat itu adalah alat yang tergolong maju.

Karena keahliannya ini Al-Zahrawi diangkat menjadi seorang dokter di kerajaan di masa kekhalifahan Al-Hakam II dan Kekhalifahan Umayyah. Salah buku yang bernama Al-Tasrif yang membahas tentang kedokteran, termasuk diantanya adalah tentang gigi dan kelahiran anak.

Ketika menjabat seorang dokter di kerjaan beliau membuat buku tentang pengobatan dan pembedahan gigi yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa latin oleh Gerordo yang berasal dari Cremona. Dan selam lima abad para dokter dan ilmuwan menjadikan karya nya Al-Zahrawi menjadi sumber utama dalam bidang kedokteran dan pengobatan.

5. Abul Hakam Al-Kirmani

geometri
pixabay.com

Tokoh ilmuwan islam selanjutnya adalah Abdul Hakam Umar bin Abdirrahman bin Ahmad bin Ali Al-kirmani atau yang lebih dikenal dengan nama Al-Kirmani. Beliau adalah adalah ilmuwan terkemuka di masanya. Al-kirmani ahli dalam bidang geometri dan logika.

Al-kirmani ini adalah murid dari Maslamah Al-Mairiti, yang berasal dari Kordoba Al-Andalus pada abad ke-12. Seorang ilmuwan tidaklah dikenal jika tidak meninggalkan jejak berupa tulisan yang pada satu masa nanti bisa menjadi refensi.

Hal ini juga terjadi pada Al-Kirmani yang sangat memahami geometri serta jawaban atas pertayaan tersulit mengenai ilmu agama. Pada masa menunutu ilmu, Al-Karmani pernah pindah ke Al-Jazira yang terletak di Turki untuk lebih mendalami ilmu geometri dan kedokteran.

6. Al-Khindi

kimia
pixabay.com

Al-khindi adalah seorang ilmuwan islam yang mengarang sekitar 270 buku tentang ensiklopedia. Beliau juga ahli dalam bidang matematika, fisiki, kedokteran, music, geografis, filsafat, dan Yunani kuno. selain itu Al-Khindi juga seorang filsuf muslim yang taat dan disiplin.

Ilmuwan yang lahir 801 ini adalh filsuf pertama yang bergama islam yang mahir berbahasa Yunani selain itu dia juga ahli dalam berbahsa Arab. Dalam dunia barat mengenal Al-Khindi dengan nama Al-Kindus yang akhirnya banyak dikenal orang kalau Al-Kindi non-Muslim.

Ilmuwan Eropa yang menerjemahkan karya Al-Kindi dari bahasa arab je basa Yunani adalah Aristoteles dan Plotinus. Kelebihan Al-Kindi adalah menghadirkan filsafat Yunani kepada kaum Muslimin setelah berhasil mengilamkan pemikiran asing tersebut kedalam islam.

Dengan pemikiran cemerlangnya Al-Khindi kemudian dikenal sebagai ilmuwan yang serab bisa meliputi ilmu pengobatan, farmakologi, astrologi, matematika, optic, zoology, meteorology dan gempa bumi.

7. Ibnu Hayyan

alat destilasi
pixabay.com

Ibnu Hayyan lebih dikenal oleh ilmuwan Eropa dengan nama Gebert, ia adalah penemu ilmu kimia. Ibnu Hayyan lahir di Kuffah, Irak antara tahun 721-815 Masehi merupakan seorang tokoh ilmuwan islam yang mempelajari dunia islam. Ilmu kimia yang dipelajarinya bermula dari kajian terhadap Al-Qur’an dan berguru pada Barmaki Vizier seorang ilmuwan yang lahir pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad.

Penelitiannya dalam bidang ilm kimia berhasil dikembangkan secara sistematis melalui eksperimen tentenb kuantitas zat yang berhubungan dengan reaksi yang terjadi. Dengan berhasilnya Ibnu Hayyan terhadap eksperimen tersebut dianggap mengawali rintisan tentang penemuan hukum perbandingan tetap terhadap reaksi kimia.

Penemuan tersebut tidak berhenti disitu saja, Ibnu Hayyan kemudian menyempurnakan reaksi kimia lainnya seperti penguapan, sublimasi, distilasi, dan kristalisasi. Sehingga tidak heran jika banyak ilmuwan Eropa yang mempelajari ilmu tersebut sebagai rujukan terhadap sains khususnya kimia.

8. Ibnu Haitham

alat penelitian
pixabay.com

Lebih dikenal dengan nama Alhazen seorang ilmuwan yang meneliti tentang sifat cahaya dan juga ahli dalam bidang sains, falak, matematikan, geometri, pengobatan, dan fisafat. Alhazen lahir di Basrah pada tahun sekitar 965 kemudian tinggal di Kairo hingga akhir usianya pada tahun 1039.

Ibnu Haitham sagat mencintai ilmu pengetahuan bahkan sebelum diangkat menjadi pegawai pemerintahan di tempat kelahirannya. Setelah beberapa lama bekerja dipemerintahan beliau kemudian hijrah menuju Ahwaz dan Masir, dalam perjalanan ini Ibnu Haitham menghasilkan beberap karya tulis yang luar biasa tentang matematikan dan falak. Tujuannya adalah agar mendapatkan uang cadangan dala menempuh perjalanan ke Universitas Al-Azhar.

Tinggalkan komentar