Walah! Ternyata Malaysia Masih Setengah-Setengah Gelar Turnamen Internal

Walah! Ternyata Malaysia Masih Setengah-Setengah Gelar Turnamen Internal

Berita Badminton : Secara idealnya, Federasi Badminton Malaysia (BAM) lebih suka mengatur lebih banyak turnamen internal, tetapi tidak semua orang diberikan jumlah kemewahan yang sama.

Tidak seperti Indonesia, yang baru saja menyelesaikan turnamen internal setengah kompetisi dan selanjutnya merencanakan simulasi Piala Thomas dan Uber, BAM lebih fokus hanya satu kompetisi internal untuk pemain elit dan cadangan.

Kepala pelatih BAM, Wong Choong Hann menunjukkan bahwa masing-masing negara menghadapi pandemi Covid-19 secara berbeda.

“Kami ingin sekali menyelenggarakan lebih banyak turnamen internal, tetapi kami memiliki banyak faktor untuk dipertimbangkan. Apakah turnamen ini memberikan manfaat yang lebih baik atau akan memengaruhi persiapan kami?

“Sejauh pandemi Covid-19 yang bersangkutan, kami harus mematuhi arahan pemerintah. Jika saya tidak salah, Jepang, kekuatan besar dunia, belum memulai pelatihan penuh untuk tim nasional mereka, sementara Hong Kong memulai satu setengah bulan dibandingkan dengan kami,” ungkap Choong Hann.

Pertanyaan lain yang tersisa adalah apakah turnamen akan berjalan sesuai jadwal tahun ini. Ketidakpastian itu begitu menggelegar sehingga Choong Hann merasa sulit untuk membuat rencana jangka pendek.

“Pertama-tama, kami tidak tahu apakah Kejuaraan Piala Thomas dan Uber akan berjalan sesuai jadwal (3-11 Oktober) di Denmark. Bahkan Federasi Badminton Dunia tidak dapat memberi kami konfirmasi mengenai hal ini,” katanya.

“Kami tidak dapat memaksa pemerintah mana pun untuk mengubah kebijakan perbatasan mereka, dan ini menjadi perhatian terbesar bagi semua orang. Apakah kami harus melakukan karantina sendiri selama 14 hari pada saat kedatangan, dan 14 hari lagi ketika kami pulang? Kami tidak tahu.”

“Faktanya, BAM masih tidak tahu apakah kami akan mengirim pemain kami untuk Taiwan dan Korea Open pada bulan September. Saya yakin kami akan melakukan penyesuaian saat ini. Untuk saat ini, kami yakin satu turnamen internal akan cukup dan kemudian bagi para pemain untuk bermain di turnamen Open yang sebenarnya. Jika itu tidak terjadi, maka mungkin kami akan punya waktu untuk mengatur simulasi internal lainnya,” jelas Choong Hann.

Pada awalnya, hanya 16 pemain nasional (program Road to Tokyo) diberi lampu hijau oleh pemerintah untuk melanjutkan pelatihan di lapangan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) pada Juni, sebelum tim cadangan bergabung dengan mereka.

Artikel Tag: wong choong hann, Lee Zii Jia, bam