7 Keajaiban Pada Zaman Batu Yang Harus Anda Ketahui

Zaman Batu atau Paleolitikum merupakan sebuah periode dimana peralatan manusia secara umum masih terbuat dari batu, meskipun ada juga alat-alat lainnya yang terbuat dari bambu atau kayu. Namun alat-alat dari kayu, atau tulang tersebut tidak meninggalkan bekasnya sama sekali. Hal seperti ini dikarenakan kayu dan tulang tidak tahan lama.

Zaman Batu Paleolitikum

Bobo.ID

Paleolitikum atau zaman batu tua disebut seperti itu disebabkan alat-alat batu yang dibuat oleh manusia dan masih dikerjakan secara kasar, tidak terlebih dahulu diasah atau ditipiskan. Zaman ini disebut juga dengn zaman berburu dan mengolah makanan penuh dengan kesederhanaan. Pada tahun 1935, kebudayaan Pacitan yaitu Van Koenigswald menemukan kapak genggam dan alat- alat batu lainnya di wilayah Pacitan. Yang mana cara kerja dari alat ini adalah digenggam dengan tangan. Manusia pendukung pada zaman batu paleolitikum ini adalah Pithecantropus Erectus, Meganthoropus Paleojavanicu, Homo Wajakensis dan Homo soloensis. Berbagai macam fosil ini ditemukan di sekitar sungai Bengawan Solo.

Ciri-ciri Zaman Batu Paleolitikum

Zaman poaleolitikum ditandai dengan kebiasaan para manusia di zaman itu yang masih serba sederhana dalam mengerjakan pekerjaannya atau masih memakai batu sebagai alat bantunya. Ciri-ciri keseharian manusia zaman batu yaitu:

  • Hidupnya yang selalu berpindah-pindah (Nomaden)
  • Berburu sebagai pertahanan hidupnya (Food Ghatering)
  • Menangkap ikan sebagai kebutuhan hidupnya

Alat-alat di Zaman Batu Paleolitikum

Di zaman ini hampir semua alat untuk pekerjaanya terbuat dari batu dan keadaan batunya pun masih dalam keadaan tumpul atau belum ditajamkan. Contoh dari alat-alat zaman batu tersebut ialah:

1. Kapak Genggam

kapak genggam ini banyak ditemukan di daerah Pacitan. Biasanya alat ini disebut dengan “chepper” yang artinya alat pemotong atau penetek. Dibilang kapak genggam karena alat ini berbentuk seperti kapak, tapi tidak memiliki gagang sebagai pegangan dan penggunaannya pun cuma batu yang digenggam untuk memotong atau menghancurkan sesuatu. Dan biasanya alat ini digaunakan untuk menggali umbi-umbian, memotong dan menguliti kulit binatang buruan.

2. Kapak Perimbas

Kapak primbas ini berpungsi sebagai senjata untuk memotong kayu, memahat tulang dan lain sebagainnya.

3. Peralatan yang terbuat dari tanduk rusa atau tulang binatang

Alat peninggalan zaman batu yang satu ini temasuk hasil kebudayaan ngandong. Yang mana fungsinya untuk menggali umbi-umbian dan keladi dari dalam tanah, selain itu alat ini juga bisa digunakan untuk alat menagkap ikan.

4. Flakes

Flakes merupakan peralatan kecil yang dibuat dari batu Chaltedon, yang bisa digunakan untuk kupas makanan. sama seprti peralatan dari tulang binatang, flakes juga termasuk hasil dari kebudayaan ngandong. Pada umumnya alat ini digunakan untuk berburu, tangkap ikan, menggali ubi dan mengupas buah-buahan.

Zaman Batu Neolitikum

spumplirmaklak.blogspot.co.id

Ada yang mengartikan neolitikum adalah suatu perubahan yang sangat besar pada peradaban mausia. Perubahan yang besar ini ditandai dengan adanya perubahan peradaban kehidupan zaman food gathering menjadi food prodicing. Dimana saat itu orang sudah mengenal akan bercocok tanam juga berternak. Pertanian yang mereka kerjakan pada awalnya cuma bersifat primitif dan cuma dikerjakan di tanah-tanah kering.

Zaman neolitikum yang berada di Indonesia membentuk sebuah masyarakat dengan pondok atau rumah kecil dengan bentuk persegi siku-siku dan didirikan dengan tiang-tiang kayu, bagian dindingnya didekorasi dengan indah meskipun mereka masih menggunakan alat-alat dari batu, tapi alat itu dibuat dengan halus atau tajam.

Alat-alat Zanan Batu Neolitikum

Pada zaman batu neolitikum ini alat-alat yang dipergunakannnya terbuat dari batu yang sudah di haluskan atau ditajamkan sehingga mempermudah dalam pemakaiannya. Beda dengan zaman paleolitikum yang masih menggunakkan batu tumpul sebagai senjatanya.

1. Pahat Segi Panjang

Wilayah asal dari kebudayaan pahat segi panjang ini mencakup Tiongkok Selatan dan Tengah, wilayah Hindia samapai sungai gangga di India dan sebagian besar yang lainnya berasal dari Indonesia, Philipin, Formosa, Jepang dan Kepulauan kuril

2. Kapak Persegi

Asal-usul penyebaran kapak persegi melewati sebuah migrasi bangsa Asia ke Indonesia. Nama kapak persegi dinamakan oleh Van Heine Heldern dengan berdasarkan bentuknya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium. Fingsi dari alat ini adalah sebagai alat memahat kayu.

3. Kapak Lonjong

Umumnya dari kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan memiliki warna kehitam-hitaman. Keseluruhan dari bentuk kapak ini adalah bulat telur dengan memiliki lancip diujung yang pertama dengan fungsi sebagai pegangannya, sedangkan ujung yang lainnya diasah sampai tajam.

4. Kapak Bahu

Kapak Bahu ini sama dengan kapak persegi, cuma saja dibagian yang diikat pada tangkainya diberi leher. Sehingga bentuknya menyerupai botol yang persegi. Daerah kebudayaan dari kapak bahu ini meluas melalui Jepang, Filipina, Formosa, terus samapai sungai gangga. Tapi yang membuat anehnya batas dari selatannya ialah bagian tengah Malaysia Barat. Yang maksudnya disebelah selatan perbatasan ini tidak didapat kapak bahu. Jadi Neolitikum dari Indonesia tidak mengenalinya, walaupun ada juga dari beberapa buah didapati di Minahasa.

5. Pakaian terbuat dari kulit kayu

Pada zaman ini mereka sudah bisa membuat pakian dari kulit kayu yang cukup sederhana dan sudah diperhalus. Dalam pekerjaan membuat pakaian ini merupakan pekerjaan kaum perempuan. Sebagai contohnya di Sulawesi Selatan dan Kalimantan dan juga beberapa tempat lainnya didapati alat pemukul kulit kayu. Hal semacam ini menunjukkan bahwasanya orang-orang pada zaman neolitikum sudah memiliki pakaian.

6. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah)

Jenis perhiasan ini banyak di temukan di wilayah jawa terutama gelang-gelang dari batu indah dalam jumlah besar walaupun banyak juga yang belum selesai pembuatannya. Bahan utama untuk membuat benda ini di bor dengan gurdi kayu dan sebagai alat abrasi (pengikis) menggunakan pasir. Selain gelang ditemukan juga alat-alat perhisasan lainnya seperti kalung yang dibuat dari batu indah pula. Untuk kalung ini dipergunakan juga batu-batu yang dicat atau batu-batu akik.

7. Tembikar (Periuk belanga)

Bekas-bekas yang pertama ditemukan tentang adanya barang-barang tembikar atau periuk belanga terdapat di lapisan teratas dari bukit-bukit kerang di Sumatra, tetapi yang ditemukan hanya berupa pecahan-pecahan yang sangat kecil. Walaupun bentuknya hanya berupa pecahan-pecahan kecil tetapi sudah dihiasi gambar-gambar. Di Melolo, Sumba banyak ditemukan periuk belanga yang ternyata berisi tulang belulang manusia

 

Tinggalkan komentar